Kisah dan Sifat Abu bakar Siddiq

ABU BAKAR SIDDIQ
1. Sifat dan perilaku Abu bakar Siddiq

          Abu Bakar lahir pada tahun 573 M, dari sebuah keluarga terhormat di Mekkah, Ayahnya bernama Usman, tetapi terkenal dengan nama abu Quhafah. Ibunya bernama Salmah terkenal sebagai, “Ummul Khair” artinya “Ibu yang baik”.

Nama abu bakar yang sebenarnya adalah Abdullah. Tetapi dunia Islam mengenalnya dengan nama “Abu Bakar” yang artinya “ayah si Bakar”. Si Bakar adalah anak sulung Abdullah (Abu Bakar). Kebiasaan orang di negeri Arab, memanggil Laki-laki Dewasa dengan nama Anaknya. Ketika Kecil, Abu Bakar terkenal sebagai anak yang baik dan bersifat mulia. Dia seorang yang jujur dan dapat dipercaya. Dia berasal dari keluarga bangsawan. Karena sifat-sifatnya yang baik itulah yang membuat Nabi sangat tertarik, sehingga dia menjadi sahabat beliau. Keduanya menjadi sahabat kental sejak masa remaja. Umur abu bakar dua tahun lebih muda daripada umur Nabi. Persahabatan mereka diuji untuk tahan Lama.

Ketika dewasa, Abu Bakar menjadi seorang saudagar yang kaya. sungguh pun kaya, tetapi ia tidak kikir. Hampir seluruh kekayaannya dia pergunakan untuk membantu orang yang miskin. Dia sangat baik hati. Apabila melihat seseorang dalam kesusahan, hatinya merasa sedih dan kasihan, lalu ia menolong orang itu. Masyarakat banyak yang menyimpan uang mereka pada Abu Bakar, karena masyarakat  sangat mempercayainya bahwa ia adalah orang yang dermawan dan jujur. Sifat-sifat yang luhur dan mulia inilah yang segera mengangkatnya menjadi orang yang termasyhur.

“Tidak ada sahabt yang melebihi baiknya terhadap diriku, kecuali Abu Bakar,” demikianlah ucapan nabi Muhammad saw, pada khutbahnya yang terakhir. ini betul-betul merupakan pengharggan! memang, Abu Bakar pantas mendapat penghargaan seperti itu. Sebab, seluruh hidup dan penghidupannya dipergunakannya untuk berjuang disamping Rasulullah. Dia tidak saying akan harta bendanya untuk keperluan perjuangan Islam. Satu-satunya hasratnya ialah melayani nabi, lebih baik daripada siapa pun juga.

Uang dan harta untuk keperluan apa pun tudaklah menjadi soal, asalkan segala keinginannya untuk mengabdi kepada Nabi dapat dipenuhinya. Untuk ini Abu Bakar mendapat penghargaan yang wajar dari Rasulullah sendiri. Rasulullah SAW sangat senang dan sayang kepada Abu Bakar. Di antara para sahabat, rasul memberikan tempat yang paling utama kepada Abu Bakar.

Abu Bakar adalah pria dewasa yang pertama memeluk agama Islam. Setelah menerima wahyu uang pertama Nabi menceritakan kejadian yang dialami beliau di gua Hira kepada  Abu Bakar. Nabi menceritakan bahwa Allah telah mengangkatnya menjadi rasul. Tanpa berfikir lagi, Abu Bakar langsung mempercayainya. Dia tidak ragu sedikit pun tentang kebenaran berita yang dibawa oleh Nabi. Dia segera menjadi muslim. Seseorang muslim yang sejati. Pada suatu hari Nabi berkata, “Aku menyeru kepada penduduk untuk memeluk agam Islam. Setiap orang berfikir panjang lebih dulu seruanku ini, setidak-tidaknya berfikir sebentar. Tetapi Abu Bakar tidak demikian. Pada saat aku mengemukakan Islam kepadanya, saat itu juga ia menerimanya”.


Komentar

Postingan Populer